Sudah lama juga sebenarnya saya join fotografer-dot-net. Hanya saja karena dulu masih malu2 dan ragu2, jadinya setiap berkunjung ke website itu kerjaannya hanya ngintipin hasil karya orang2. Hingga akhirnya, pagi kemarin saya berhasil meng-upload foto saya yang pertama. Dan foto pertama saya di website itu adalah foto masjid besar Taipei. Harus dimaklumi fotonya masih jauh dari bagus.
Sejak dulu hasrat menjepret masjid itu telah ada, namun belum kesampaian saja. Nah, karena saat ini sedang musim panas, yang mana langit di musim panas adalah langit paling keren untuk di-foto, saya pikir bolehlah untuk dicoba. Meskipun agak ragu juga waktu berangkat, karena takut lensa kit (18-105 mm) kurang wide untuk mengambil keseluruhan bangunan masjid. Sampai di sana langsung cari2 angle yang pas, tapi kok susah banget ya. Selalu ada saja obyek yang menghalangi bangunan. Setelah di coba2 beberapa angle, akhirnya dipilihlah angle dari sudut depan. Sayangnya, masih ada sebagian bangunan yang tertutup pohon. Bikin gemes aja tuh pohon…
Menarik juga upload foto di FN, karena foto kita akan dikomentari dan diberikan feedback oleh member2 lainnya. FN seperti forum belajar fotografi. Para membernya diharuskan memberikan minimal 2 komentar atau feedback sebelum meng-upload fotonya. Feedback2nya pun sebagian besar positif dan tentunya ini membuat kita bersemangat untuk meningkatkan kemampuan fotografi kita. Yah, walaupun komentarnya juga terkesan gitu2 aja seperti, cakep, cantik, mantab, yang ditambahkan sedikit komentar di belakangnya.
Sebenarnya belajar fotografi ini adalah untuk mendukung ide yang pernah terlintas itu. Jadi, sampai ketemu di FN dan saling belajar…

Taipei Grand Mosque
Gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan. Pernah mendengar pepatah atau kalimat tersebut? Mungkin para perfeksionis sangat mengerti dan memahami kalimat itu. Hingga di setiap tindakannya harus ada rencana. Setiap proyek harus ada blue-print nya. Namun mungkin itu juga yang membuat para perfeksionis selalu mengulur-ulur waktunya sampai rencananya benar2 sempurna, sebelum akhirnya dia mengeksekusi rencana tersebut. Maka jangan heran jika banyak perfeksionis2 di dunia ini yang belum berhasil dalam menjalin hubungan dengan lawan jenisnya. Karena sesungguhnya dia sedang mencari seseorang yang sempurna, menurut pandangan dia sendiri.
Tapi bukan itu masalah yang mau saya bahas sebenarnya. Beberapa hari terakhir ini salat tarawih saya sedang tidak khusyuk2nya. Ide2 liar bermunculan di kepala di tengah2 keasyikan sang imam membacakan ayat2 suci Al-Quran. Ide yang muncul belakangan ini adalah tentang apa yang saya ingin lakukan setelah nanti lulus. Terdengar terlalu optimis, namun ya begitulah. Saya melihat peluang melalui fenomena semakin banyak beredarnya undangan pernikahan dari teman2. Di era internet 2.0 ini, undangan pernikahan yang beredar saat ini bukan hanya undangan berbentuk fisik, namun mulai banyak juga yang berupa data digital. Seperti undangan melalui facebook, email, dan website.
Sayangnya, saya melihat website2 pre-wedding sering kali tidak dibuat dan di-maintain dengan serius. Padahal, banyak yang bisa kita lakukan dengan website. Video testimonial teman2 dan saudara2, foto2 kenangan masa lalu, lagu2 nostalgia, guests book, semua bisa dikumpulkan dalam website dan tentunya merupakan sesuatu hal yang menarik karena pernikahan adalah sesuatu yang sakral. Sampai sekarang ide ini masih dalam tahap penelitian dan pengembangan sambil mengasah lagi ilmu2 serta mengumpulkan modal2 yang diperlukan.
Ide ini saya bocorkan karena saya juga belum tentu akan merealisasikannya atau tidak. Jadi ya monggo2 saja kalau ada yang mau memulainya. Toh, manusia hanya bisa berencana, Tuhan yang menentukan.
fwd dr group tetangga:
Suatu pagi, kami menjemput seseorg klien di bandara. Org itu sdh tua, kisaran 60 thn. Si Bpk adl pengusaha asal Singapura, dgn logat bicara gaya melayu & english, beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kpd kami yg msh muda.
Beliau berkata, “Ur country is so rich!”
Ah biasa banget denger kata2 itu. Tapi tunggu dulu… “Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia,” lanjutnya. “Everything can be found here in Indonesia, U don’t need the world.”
“Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yg butuh Indonesia! Singapura is nothing, we can’t be rich without Indonesia.. 500.000 org Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan.. Bisa terbayang uang yg masuk ke kami, apartemen2 terbaru kami yg beli org2 Indonesia, ga peduli harga selangit, laku keras. Lihatlah RS kami, org Indonesia semua yg berobat. Trus, kalian tau bgmna kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, bener2 panik. Sangat terasa, we are nothing.
Kalian tau kan kalo Agustus kmrn dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian di Indonesia dgn mudah dpt beras.. Liatlah negara kalian, air bersih di mana2, liatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia.
Saya ke Kalimantan pun dlm rangka bisnis, krn pasirnya mengandung permata. Terliat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3.000/kg ke pabrik china, si pabrik jual kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya liat ini sbg peluang..
Kalian sadar tidak kalo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia?! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dr petani2 kita sendiri, belilah tekstil garmen dr pabrik2 sendiri.. Tak perlu impor klo bs produk sendiri. Jika kalian bs mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD!!PLIS BROADCAST
biar sampe SBY!
…
Ada anak bertanya pada bapaknya, buat apa berlapar-lapar puasa..
Ada anak bertanya pada bapaknya tadarus tarawih apalah gunanya
Lapar mengajarkanmu rendah hati selalu, tadarus artinya memahami kitab suci, tarawih mendekatkan diri pada Illahi
…
(salah satu lirik lagu religi, gak tau judulnya).
Malam ini saat bersama-sama mencuci piring, teman serumah saya -anak Belanda, mengaku atheis dan mahasiswa psikologi-, bertanya kepada saya kenapa saya harus puasa saat Ramadhan.
Sebagai catatan, di Belanda sejauh yang saya alami, waktu mencuci piring (cara Belanda, biasanya dilakukan 2 orang) adalah waktu biasa kita gunakan untuk mengobrol santai.
Berikut kira-kira beberapa penggal percakapan kami:
Housemate (H): So, this Ramadhan, is it hard for you?
Saya (S): Ya, it’s quite hard since it’s summer now, fasting time is quite longer than usual. I have to fast from about 4 a.m – 9 p.m
H: Wow, I can’t do that, seems hard indeed. Anyway why do you have to fast during Ramadhan? I heard it’s so that you can feel how the feeling of the poor people who are not able to eat.
S: Ya, that’s one of the reason, but there are others reasons too, for example to better control ourself. (kalau diberi contoh alasannya untuk takwa/patuh pada Tuhan, selain klise bagi dia, niscaya harus bersiap2 untuk percakapan yg akan sangat panjang :D).
H: Hmm.. Ja, It could be like that. But I don’t think that you can feel the real feeling of the poor people. Because when they’re unable to eat they also do not know whether they would be able to eat in the later time. And you, while you fasting you already know that after certain time you can eat and drink as you wish.
S: (Jduggg…. hmm… saya jadi termenung)
Tidak saya tuliskan lagi jawaban saya dan percakapan kami selanjutnya, dari pernyataan teman saya tadi ada poin yang bisa menjadi bahan renungan.
Setelah sepuluh hari pertama ini coba mari kita evaluasi sedikit tentang puasa kita. Apakah selama kita berpuasa kita sudah “sempat” memikirkan, merasakan, bagaimana saudara2 kita yang harus menahan lapar di kesehariannya, untuk akhirnya bisa menjadi hikmah dan motivasi kita untuk melakukan amal baik untuk diri kita dan mereka?.
Ataukah kita lebih sering sibuk mempersiapkan dan atau memikirkan apa menu (*di masjid Turki* :D) untuk buka puasa dan sahur nanti, bagaimana acara buka bareng dg teman2,dll. ?
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas umat2 sebelum kamu, supaya kamu bertakwa”.
Kata guru agama Islam di SD saya dulu, takwa adalah mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Bagaimana caranya bertakwa ? Dari SD – SMA kan sudah dapat pelajaran agama. Cukup kah, efektifkah ? (satu hal, saya yakin mayoritas dari kita rata-rata bernilai 8 di raport).
Semoga Allah ridho atas puasa kita dan kita tidak termasuk golongan orang yang berpuasa tetapi hanya mendapat lapar dan haus semata.
*image is linked from http://budikurniawans.files.wordpress.com/2008/09/20070108035632_ramadhan.jpg
Waktu masih di kampus ganesha dulu, gw mulai berkenalan dengan yang namanya dorama Jepang. Sebelumnya juga pernah sih, sewaktu salah satu stasiun televisi swasta masih rajin menayangkan sinetron-sinetron impor itu. Tokyo Love Story, salah satu judul yang masing gw ingat, namun tidak dengan isi ceritanya. Ada lagi dorama yang masih ingat -karena pemeran wanitanya yang mirip salah seorang kakak kelas yang cantik- yang bercerita tentang seorang lelaki yang meninggal dan ruh-nya meminjam tubuh orang lain untuk menyelesaikan misi yang belum sempat terlaksana sewaktu dia masih hidup. Membuat gw merasa de javu ketika nonton Love is Cinta. Yup, film Indonesia yang dibintangi Irwansyah dan Acha. Nyesel juga nontonnya, karena isinya cuma adegan nangis2an yang nggak berlebihan juga kalo dibilang lebay.
Densha Otoko, itu judul dorama yang membuat gw terjerumus di dunia sinetron Jepang. Entah ada berapa puluhan judul yang sudah terkoleksi dalam hardisk khusus untuk dorama. Dorama itu adiktif. Ceritanya unik, nilai moralnya juga bagus-bagus, pemeran2nya enak dipandang, aktingnya juga tidak seadanya -seperti kebanyakan sinetron2 Indonesia yang hanya menjual tampang dengan menyorot ke bagian wajah saja kemudian diiringi monolog dalam hati dan juga musik yang diharapkan menggugah emosi-. Sisi lain yang menarik dari dorama adalah sponsor. Dorama2 Jepang disponsori oleh perusahaan2 mapan, biasanya dimunculkan di awal2 dan di akhir2 film. Maka nggak heran bila efek2 yang digunakan dan properti2 yang dipakai juga terlihat menguras kantong.
Gara2 salah seorang teman yang merekomendasikan film Hotaru no Hikari, gw jadi keterusan nonton dorama lagi. Tadinya dia merekomendasikan Hotaru no Hikari season 2 yang baru tayang sejak bulan Juli kemarin. Tapi karena gw belum nonton season 1-nya, jadi lah gw coba ikutin dulu awal cerita dorama ini. Nggak nyangka, 10 episode bisa tamat gw tonton dalam 2 hari. Freak. Habis gimana dong? dorama2 Jepang ini memang selalu adiktif. Baru bisa berhenti setelah kita nonton sampai tamat. Menurut teman gw yang merekomendasikan film ini, dorama ini lucu banget. Tapi setelah gw tonton, ternyata nggak terlalu lucu juga. Lucu sih, tapi dikit.
Jadi ceritanya tentang seorang wanita karir yang punya kebiasaan yang berbeda ketika dia aktif bekerja dan ketika dia di rumah. Di kantor, kelakuannya seperti layaknya wanita karir yang bekerja sesuai aturan, cekatan, rajin dan kreatif. Namun di rumah, dia berubah menjadi urakan. Minum bir, bersendawa, barang2 berserakan, makan2an instant, menggunakan kaos dan training dekil, yang mungkin bisa membuat orang yang mengenalnya di kantor jadi ilfil. Kemudian karena suatu dan lain hal, dia harus tinggal bersama manajernya yang sedang merencanakan perceraian. Hal ini dirahasiakan oleh keduanya untuk menghindari konflik.
Suatu hari si Hotaru berkenalan dengan seorang staf baru yang baru datang dari Inggris. Hingga akhirnya keduanya sama2 suka, dan seterusnya mereka berpacaran. Bagaimana dengan manajer yang tinggal serumah tadi? Yes, di episode2 akhir si Hotaru ini mengalami dilema. Apakah dia harus mempertahankan hubungannya dengan si cowok baru tadi, atau dia akan memilih si manajer yang selalu bersama dia di rumah ketika pulang dan sebelum berangkat ke kantor. Si manajer mengenal Hotaru luar-dalam, sedangkan si cowok baru itu hanya mengenal luarnya saja.
Oke, langsung intinya saja ya… Sebenernya banyak sih kalo mau disampaikan satu per satu, tapi yang paling gw tangkep dari film ini adalah bahwa ada 2 jenis cinta. Yang pertama, Yuuka -salah satu tokoh dalam dorama ini- menyebutnya heart-beating type of love [@episode 10]. Cinta yang selalu bisa membuat jantung kita dag dig dug ketika kita mendengar suara, atau melihat wajah, atau bahkan ketika kita mendengar seseorang menyebut nama dari seseorang yang kita cintai. Perasaan ini diwakili oleh perasaan si Hotaru ke Teshima, si cowok baru. Yang kedua, adalah cinta karena terbiasa. Seperti perasaan antara Hotaru dan si manajer. Bahasa Jawa-nya, witing tresno jalaran soko kulino. Atau bahasa Zigaz-nya, sahabat jadi cinta. Cinta jenis ini membuat penderitanya lebih mudah menjalaninya karena tidak perlu jaim2an.
Satu lagi kata2 yang gw suka dari dorama ini adalah ketika Yamada -seniornya Hotaru di tempat kerja- berkata pada si Hotaru [@episode 9], “There is no perfect answer to love. The answer that you come up with is the correct answer.”
they always say time flies so fast. It is true, at least connected with what I am feeling currently. Nearly one and a half year since my first time working in this company, not that long huh? and almost 4 years since my graduation. I do like my job and I like all stuff that I am working with right now. However, I need to know where I am heading to. Some one has inspired me that life is not merely about to serve someone, for the sake of money. Hope this spirit will stick around till I found it.
